KALIANDA, Jejakkriminal.net -
Kebijakan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp78.000.000 untuk belanja jasa pencucian pakaian pimpinan sepanjang tahun 2026 menjadi sorotan tajam masyarakat.
Hal ini dianggap mencolok karena terjadi di tengah semangat dan upaya pemerintah daerah untuk melakukan efisiensi penggunaan anggaran guna memprioritaskan kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih mendesak.
Berdasarkan data rincian paket penyediaan, anggaran tersebut juga mencakup pencucian pakaian untuk keperluan kesenian, kebudayaan, serta peralatan rumah tangga, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Penetapan penyedia jasa akan dilakukan pada Januari 2026, dengan masa pelaksanaan layanan sepanjang tahun.
Masyarakat menilai alokasi dana tersebut tergolong besar dan dianggap kurang tepat sasaran, terlebih di saat berbagai sektor pelayanan dasar masih membutuhkan dukungan dana yang cukup besar.
Saat di klarifikasi terkait hal tersebut Sekretaris DPRD Lampung Selatan, A. Herry malah memerintahkan untuk menanyakan langsung ke Bagian Umum.
"Tanyakan ke bagian umum saja pak," Pesan dia di Sambungan Aplikasi WhatsApp, Rabu, (13/5/2026)
Banyak pihak berpendapat bahwa anggaran sebesar itu sebaiknya dialihkan untuk keperluan yang lebih bermanfaat bagi kepentingan umum, seperti perbaikan fasilitas umum, peningkatan layanan kesehatan, atau dukungan terhadap sektor pendidikan.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak Sekretariat DPRD Lampung Selatan terkait alasan dan pertimbangan di balik penetapan anggaran tersebut, sehingga pertanyaan dan kekhawatiran masyarakat masih terus berkembang.


.png)
Posting Komentar untuk " Laundry Sultan Ala Pimpinan DPRD Lampung Selatan, Sekali Cuci Rp78 Juta Buat Publik Geleng Kepala."