Mandailing Natal, jejakkriminal.net. -
Pendapatan sehari semalam Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Lokasi Sempadan Sungai Batang Gadis di Lokasi kaki Bukit (Tor ) Sihayo, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal sangat menjanjikan, sehingga alat berat bertambah terus masuk dari Panabari, Tantom Kab. TapanuliSelatan, Sumut ke lokasi melakukan PETI. Hingga saat ini ( 29 /06-2026) sudah mencapai 20 Puluhan lebih Excavator ( Alat Berat ) dengan berbagai jenis merek berada di lokasi.
Dengan kembali maraknya Beroperasinya Excavator di Sempadan Sungai batang gadir tersebut yang berlokasi di Kawasan Hutan, akan menimbulkan kerusakan Lingkungan baik di dalam Sungai bahkan Air Sungai Batang Gadis kian hari kian TERCEMAR dan kecoklatan demi hasil (Pertambangan Emas Tanpa Izin(PETI) sampai berkilogram dalam seminggu di Lokasi.
Lokasi Sempadan atau DAS Sungai Batang Gadis yang berada di kawasan kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) atau hilir muara sungai batang Angkola Tapanuli selatan (Tapsel) tepatnya X Lokasi Polda Sumatera Utara melakukan Penangkapan 14 Unit Beco Tambang emas Ilegal, maka baru baru ini kembali dikelola para penambang liar.
Berdasarkan Informasi dari Warga Panabari dan Sekitarnya, Alat berat ( excavator) sekitar 20 an Unit beroperasi di Lokasi Tambang Emas ILEGAL di SEKITAR BEKAS Penangkapan Beko oleh Brimob Polda Sumut yang langsung di kawal oleh Wakapoldasu,sekitar 2 Bualan lalu, terang Berang-berang via phonsel pada jejakkriminal.net.
Dari Informasi warga tersebut, maka NGO Lembaga Independen Pengawasan Pejabat & Aparatur Negara ( LIPPAN SUMUT ) didampingi beberapa wartawan yang tergabung di dalam ALIANSI PERS INDEPENDEN melakukan Investigasi akses yang mudah masuk Alat Berat ke Lokasi Tambang Emas Ilegal tersebut melalui Desa/Kelurahan Panabari , kecamatan Tantom Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan. Lokasim persis di kawasan Hutan di hilir Muara Sungai batang Angkola dan Sungai Batang Gadis persis di Seberang Sungai Batang Gadis atau di bawah Kaki Gunung Sihayo, Kec. Siabu , Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang mana puluhan unit Alat Berat (Beko) membanjiri Sempadan Sungai Batang Gadis tersebut, terang U. Nauli R. Hasibuan, S.H. ( Ketua LIPPAN SUMUT)
Salah seorang warga Tantom Angkola berinisial FS alias Sambo yang selalu memfasilitasi Penambang Emas ILEGAL masuk kelokasi tersebut. "Menurut pengakuan warga di pintu masuk Alat Berat tersebut, “setiap alat berat mau masuk kelokasi tambang itu lewat Panabari selalu berurusan dengan saudara Sambo”, setiap per satu unit Alat Berat melewati pintu masuk ke Lokasi di panabari, maka sebelum sampai di Panabari, Alat Berat tersebut di jegat dengah malam di Jembatan Irigasi batas Desa Batu Horpak dengan Desa Situmba, dengan Kondisi jalan yang naik dan jalan sempit, Truck Pengangkut Beko distop warga dengan dalih “Minta Persenan atau mintak Uang Pengamanan,
Agar Beko sampai di Pintu Masuk Panabari, Toke Penambang Emas Tanpa Izin (PETI ) atau Pihak yang merental Beko sudah habis sekitar Rp.15 juta an, karena banyak Desa –desa yang minta “Jatah” dengan dalih “Keperluan Desa”, tapi praklteknya aliran dana tersebut tidak diketahui kemana mengalir. Namun saat ini makin lama makin “Rusuh” Beko Masuk dari Panabari, maka Pintu Pilihan atau Alternatif lebih aman adalah dari Angkola Selatan yaitu Simarpinggan terus ke Desa Gunung Baringin Mosa., Kab. Tapanuli Selatan.
Masyarakat, Aek Uncim, Aek Kahombu hingga Panabari , Kec.Tantom sungguh menyayangkan bahwa Pihak Dinas Perhubungan Kab. Tapanuli Selatan, membiarkan Truck Pengangkut Beko ( Lowboy) melintas di Jalan Kelas III C mulai dari Simpang Tantom di Sayurmatinggi hingga ke Desa Panabari, karena Lurah Sayurmatinggi sebagai pintu masuk ke Tantom telah memberikan informasi ke Pemda Tapsel demikian juga kepada Polres Tapsel, sehingga warga mengerti betul bahwa Pihak Polres Tapanuli Selatan sudah mengetahui PETI tersebut, namun Beko terus melintas hingga puluhan unit berada di Lokasi PETI dan terus beroperasi, kenapa dibiarkan , karena DIDUGA KUAT “Uang Payung" per Unit Beko LEBIH BERHARGA DARI PADA KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN PENCEMARAN AIR SUNGAI, buktinya sampoai saat ini beum ada penertiban dari APH dan Dinas Kehutanan /Lingkungan Hidup untuk menghentikan pengoperasian Alat Berat untuk PETI, terang warga Tantom. (unh) .


.png)
Posting Komentar untuk "Baru Sebulan Penertiban PETI Oleh Polda Sumut, Puluhan Excavator Beroperasi Lagi di Sungai Batang Gadis, Madina"