Kota Bekasi Jejakkriminal.net, 22/06/2026: – Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, Masjid Asaa Indonesia mengambil langkah nyata untuk merombak paradigma pengelolaan keuangan tempat ibadah. Pimpinan Masjid Asaa Indonesia, Ahirul, menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena masih banyaknya masjid yang menumpuk uang kas hingga ratusan juta rupiah hanya untuk memperindah fisik bangunan, sementara masyarakat di sekitarnya mengalami kesulitan ekonomi.
Menurut Ahirul, esensi utama dari keberadaan masjid bukan sekadar keindahan arsitektur, melainkan perannya dalam menghadirkan kesejahteraan dan kebahagiaan nyata bagi umat.
"Sangat memprihatinkan di tengah sulitnya ekonomi saat ini, masih ada masjid yang menumpuk uang kasnya. Uang kas masjid jangan ditumpuk dan hanya digunakan untuk memperbaiki atau memperindah tampilan fisik saja. Gunakanlah dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan umat," ujar Ahirul tegas.
Pemerintah dan Pengusaha Wajib Turun Tangan Bersinergi
Ahirul menambahkan bahwa tantangan sosial-ekonomi saat ini tidak bisa diselesaikan oleh masjid sendirian.
Perlu ada kolaborasi berskala besar. Oleh karena itu, Masjid Asaa Indonesia menegaskan bahwa pemerintah dan para pengusaha wajib turun tangan dan bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik untuk kesejahteraan umat.
Ketika masyarakat membutuhkan pangan, air bersih, akses sekolah, dan kebutuhan dasar lainnya, semua elemen—baik rumah ibadah, aparatur negara, maupun sektor swasta—harus hadir dan berkolaborasi. Masjid siap menjadi motor penggerak dan ruang sosialisasi untuk menghubungkan para pemangku kebijakan, pelaku usaha, dan masyarakat sebagai penerima manfaat.
Aksi Nyata: Merangkul Ratusan Driver Ojek Online
Sebagai wujud nyata dari visi tersebut, Masjid Asaa Indonesia telah menjalankan program khusus selama lebih dari satu minggu terakhir dengan merangkul para pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai aplikator, seperti Gojek, Grab, Maxim, ShopeeFood, dan lainnya.
Rangkaian kegiatan didesain secara inklusif dan hangat untuk memuliakan para pekerja jalanan tersebut:
Spiritualitas Bersama: Diawali dengan ibadah shalat Ashar berjamaah.
Penyegaran Rohani: Dilanjutkan dengan sesi tausiyah yang menyejukkan.
Ruang Berbagi: Sesi ngopi bareng dan sharing session untuk mendengarkan langsung keluh kesah serta aspirasi para driver ojol.
Bantuan Pangan: Sebelum pulang, setiap driver dibekali dengan paket sembako untuk membawa kebahagiaan ke rumah mereka.
"Kami ingin memastikan semua ada di masjid. Melalui program ini, kami berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat peradaban yang mampu meringankan beban sesama," pungkas Ahirul.
Masjid Asaa Indonesia berharap gerakan ini dapat menginspirasi para pengurus (takmir) masjid lainnya di seluruh Indonesia untuk membuka dompet kas mereka, sekaligus memicu pemerintah dan pengusaha untuk lebih aktif berkolaborasi demi pelayanan umat yang optimal.
Tentang Masjid Asaa Indonesia:
Masjid Asaa Indonesia adalah pusat peribadatan dan pemberdayaan umat yang berkomitmen pada nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan kesejahteraan masyarakat berbasis kemaslahatan umat.
Harun, S.Sos



.png)
Posting Komentar untuk "Kritik Fenomena Penumpukan Kas Masjid, Masjid Asaa Indonesia Gerakkan Sembako Ojol dan Desak Sinergi Pemerintah-Pengusaha"