Blunder Data SPMB SMPN 1 Indralaya: Jarak 2 Km Tiba-Tiba Jadi 1,40 Km, Orang Tua Teriak "Panik Enggak?
INDRALAYA Jejakkriminal.net
Polemik Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB Jalur Domisili SMP Negeri 1 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, terus memanas. Beredarnya dugaan kejanggalan seleksi memaksa Kepala SMPN 1 Indralaya, Herlina, akhirnya buka suara lewat klarifikasi video bersama Tribun Sumsel, Selasa 17/6/2026.
Dalam wawancara di ruang kerjanya, Herlina didampingi Murni selaku petugas teknis SPMB SMPN 1 Indralaya. Keduanya menjelaskan mekanisme penerimaan, khususnya menjawab keluhan orang tua terkait siswa yang tidak lolos jalur domisili.
Video klarifikasi itu viral lebih dulu di Grup WhatsApp Info Sumsel pukul 17.25 WIB sebelum dikutip sejumlah media online. Judulnya beragam: “Viral! Misteri Seleksi Jalur Domisili SMPN 1 Indralaya, Jarak Dekat Tersingkir, Jarak Lebih Jauh Lolos” hingga “Dugaan Kejanggalan SPMB SMPN 1 Indralaya Terus Disorot”.
*Data Jarak Berubah, Publik Bertanya*
Namun klarifikasi pihak sekolah belum memadamkan api keraguan. Salah satu wali murid, lewat pesan WhatsApp yang diteruskan Ketua PPWI-OI Fidiel Castro, menyoroti inkonsistensi data.
“Awalnya disebut jaraknya sekitar 2 kilometer, kemudian berubah menjadi 1,40 kilometer. Kalau memang berubah, tentu masyarakat mempertanyakan dasar perubahannya. Kami hanya ingin penjelasan yang jelas dan transparan,” ungkapnya.
Keganjilan lain muncul pada hasil pengukuran. Menurut wali murid, beberapa peserta yang secara kasat mata rumahnya lebih jauh dari sekolah justru tercatat jaraknya lebih dekat di sistem SPMB.
“Kalau menggunakan logika masyarakat, ini menimbulkan tanda tanya. Kami ingin tahu metode pengukuran yang digunakan sehingga hasilnya bisa seperti itu,” katanya.
Ia juga mempertanyakan penggunaan nilai Tes Kemampuan Akademik TKA pada jalur prestasi. Apakah TKA dipakai atau tidak, hingga kini masih simpang siur.
*PPWI-OI: Bupati Harus Investigasi Langsung*
Menanggapi polemik, Ketua PPWI-OI Fidiel Castro mendesak Pemkab Ogan Ilir serius menangani. Ia meminta Bupati dan Dinas Pendidikan tak hanya menerima laporan sepihak dari sekolah.
“Harapan kami persoalan ini diselesaikan bijaksana, transparan, objektif. Jika tidak ada kesalahan, jelaskan terbuka ke masyarakat. Jika ada ketidaksesuaian, lakukan evaluasi demi keadilan calon peserta didik,” tegas Fidiel.
Menurutnya, penyelesaian adil krusial karena menyangkut hak pendidikan anak dan masa depan generasi muda Ogan Ilir.
Hingga berita ini diturunkan, polemik data jarak domisili dan mekanisme SPMB SMPN 1 Indralaya masih jadi sorotan publik. Masyarakat menunggu penjelasan lanjutan dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan.
( Tim)



.png)
Posting Komentar untuk "Blunder Data SPMB SMPN 1 Indralaya: Jarak 2 Km Tiba-Tiba Jadi 1,40 Km, Orang Tua Teriak "Panik Enggak?"