Sumedang, Jejak Kriminal.net - Penyaluran dana penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menimbulkan sorotan dan pertanyaan serius di tengah masyarakat. Meskipun telah menerima dana dalam jumlah cukup besar, dampak nyata bagi Masyarakat dan sumbangan terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) dinilai belum Maksimal.
Sepanjang tahun 2025, BUMDes Sukasari menerima dana sebesar Rp287 juta lebih yang bersumber dari Dana Desa, dialokasikan untuk program ketahanan pangan meliputi budidaya ayam petelur dan pembesaran sapi.
Secara akumulatif, Tercatat sejak tahun 2021 hingga 2025, total dana yang masuk ke lembaga bumdes mencapai sekitar Rp527 juta lebih.
Sekretaris Desa Sukasari, Asep, mengonfirmasi bahwa pada tahun 2025 kontribusi BUMDes terhadap PADes hanya sebesar Rp5 juta. Menurutnya, desa sangat bergantung pada penerimaan dari lembaga tersebut, namun rincian total dana sejak pendirian BUMDes sudah tidak diingatnya lagi ujarnya. Rabu (17-06-2026)
Bendahara BUMDes Wahyu Rusman membenarkan jumlah akumulasi dana tersebut. Ia menjelaskan bahwa usaha pembesaran sapi sudah terjual, namun hasil penjualannya belum dikembalikan untuk pengembangan usaha, sehingga saat ini hanya tersisa usaha budidaya ayam petelur, dan tembakau yang belum terjual," elaknya.
Salah satu Masyarakat menilai hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan dana yang digelontorkan. Seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan berharap pengelolaan keuangan lebih transparan agar setiap rupiah dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan Masyarakat.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Desa Sukasari Nining Marlina dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi dan pengelolaan dana tersebut.
(Kaperwil Hendra)




.png)
Posting Komentar untuk "BUMDes Sukasari Terima Dana Ratusan Juta, Manfaat Belum Terasa, Kontribusi PADes Minim?"