Mandailing Natal - Sumatera Utara, jejakkriminal.net - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mandailing Natal bersama Pemerintah Desa Hutabangun Jae, Naposo Nauli Bulung, masyarakat, dan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) UIN Syahada Padang Sidempuan menggelar aksi bersih lingkungan sekaligus sosialisasi penanganan sampah di Desa Hutabangun Jae, Jumat (3/7/2026).
Sesuai rilis yang diterima redaksi, DLH Madina menurunkan langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Birul Walidain, S.T., untuk mengikuti kegiatan kerja bakti (corve) dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Andi Bugis, S.E. selaku Penata (III/c), Rahmi Dwi Putri, S.T. Penata (III/a), Kassio Indra, S.T. Penata (III/a), beserta staf dan jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal.
Aksi bersih lingkungan dipusatkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan sepanjang jalan lingkungan Desa Hutabangun Jae. Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, Naposo Nauli Bulung, masyarakat, serta mahasiswa KKL UIN Syahada yang bekerja sama membersihkan area publik sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Setelah kerja bakti selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi penanganan sampah yang berlangsung di Aula Kantor Desa Hutabangun Jae.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Birul Walidain menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan mahasiswa yang telah bergotong royong membersihkan lingkungan desa. Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya yang terus dilakukan secara berkelanjutan.
Penanganan sampah menjadi materi utama dalam sosialisasi yang disampaikan Birul Walidain. Ia memaparkan kondisi persampahan di Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan data tahun 2025.
Dalam paparannya dijelaskan bahwa proyeksi timbulan sampah di seluruh 23 kecamatan mencapai sekitar 205,76 ton per hari atau setara 75.103 ton per tahun. Sementara itu, wilayah yang saat ini mendapatkan pelayanan operasional Dinas Lingkungan Hidup, yakni 11 kecamatan, menghasilkan timbulan sampah sekitar 126,82 ton per hari atau setara 46.289 ton per tahun.
Data tersebut menunjukkan bahwa volume sampah di Kabupaten Mandailing Natal masih cukup tinggi sehingga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Birul Walidain mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, baik di jalan maupun di aliran sungai. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat memicu berbagai persoalan lingkungan seperti menurunnya kualitas kesehatan masyarakat, pencemaran lingkungan, hingga risiko banjir.
Sebagai solusi, masyarakat didorong untuk menerapkan pengelolaan sampah sederhana di lingkungan masing-masing, antara lain dengan membuat lubang tanah sebagai tempat fermentasi sampah organik serta membentuk bank sampah. Konsep bank sampah dinilai mampu mendorong masyarakat memilah dan mengumpulkan sampah melalui sistem yang menyerupai mekanisme perbankan sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(MJ)






.png)
Posting Komentar untuk "Mahasiswa KKL UIN Syahada Bersama DLH Madina, Pemdes Hutabangun Jae dan NNB Gelar Aksi Bersih Sampah"