Menelusuri Jejak Leluhur dan Nilai Spiritual di Tanah Kendal, menguak makam Ki Ageng Djetak




KENDAL ,Jejakkriminal.net– Tim Densus Petamandala melaksanakan kegiatan ziarah ke `Makam Ki Ageng Djetak` yang terletak di wilayah Weleri, Kabupaten Kendal pada ,kamis ,23 juli 2026,tepatnya di pemakaman umum dan dibelakang masjid at taqwa weleri.



Kegiatan ziarah berlangsung khidmat di bawah cungkup makam. Rombongan yang duduk bersila di depan pusara `K. AGENG DJETAK` yang terbuat dari susunan batu bata hitam. Makam ditaburi bunga dan dilengkapi sesaji berupa kemenyan serta makanan tradisional yang diletakkan di atas daun pisang.Suasana kompleks makam yang rindang dengan banyak pohon kamboja menambah kekhidmatan prosesi doa bersama. Tim memanjatkan doa untuk almarhum dan mendengarkan cerita sejarah dari warga sekitar terkait peran Ki Ageng Djetak di wilayah Weleri."Ziarah ini bukan hanya untuk mendoakan, tapi juga untuk belajar. `Ki Ageng Djetak` adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah penyebaran dan peradaban di wilayah utara Kendal. Dari sinilah kami bisa memahami nilai-nilai leluhur tentang kepemimpinan, spiritualitas, dan kedekatan dengan masyarakat," ujar perwakilan tim, Siti nurjanahTim juga mendokumentasikan kondisi makam dan lingkungan sekitar sebagai bahan penulisan buku. Beberapa anggota tim terlihat menggunakan pakaian lurik dan atribut `PETAMANDALA`, sebagai wujud penghormatan terhadap budaya dan tradisi lokal.Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sejarah `Ki Ageng Djetak` dan tokoh-tokoh lain di Kendal dapat terus dirawat, sehingga menjadi pengingat dan teladan bagi generasi penerus," pungkas Sekjen PETAMANDALA yang juga Pengurus LSM DPW PKP Jawa Tengah, Sunandar Ssos.



Sementara dari hasil kesimpulan, Ki Ageng Djetak` atau sering disebut `Kyai Ageng Djetak` adalah salah satu tokoh penyebar Islam dan sesepuh di wilayah `Weleri, Kabupaten Kendal` pada masa awal penyebaran Islam di pesisir utara Jawa.


1.  *Tokoh Penyebar Agama*: Beliau dikenal sebagai ulama/sesepuh yang datang ke wilayah Weleri untuk menyebarkan ajaran Islam dan menata kehidupan masyarakat. 

2.  *Pendiri Peradaban*: Dalam cerita masyarakat, Ki Ageng Djetak berperan membuka lahan, membangun pemukiman, dan menjadi panutan dalam bidang spiritual dan sosial. Nama "Djetak" sendiri dalam bahasa Jawa kuno bisa diartikan "yang menancapkan" - maknanya beliau yang "menancapkan" ajaran dan peradaban di tanah Weleri.

3.  *Masa Mataram*: Berdasarkan silsilah dan cerita turun-temurun, beliau hidup pada masa pengaruh `Kerajaan Mataram Islam`. Banyak tokoh seperti ini yang diutus ke daerah-daerah untuk mengislamkan sekaligus menjadi penguasa wilayah kecil/babat alas.


*2. MAKAM & KAROMAH*

Makam beliau terletak di kompleks pemakaman umum Weleri. Ciri khasnya:

- *Nisan Batu Hitam Bertingkat* dengan tulisan `K. AGENG DJETAK`

- Lokasi di tengah kompleks makam, rindang pohon kamboja

- Sampai sekarang ramai diziarahi warga untuk `nyadran, tahlil, dan memohon berkah`. 

Masyarakat meyakini beliau memiliki karomah dalam menjaga keselamatan desa, hasil bumi, dan menolak bala.


*3. NILAI YANG DIAJARKAN*

Dari cerita juru kunci dan sesepuh, ajaran Ki Ageng Djetak bertumpu pada 3 hal:

1.  *`Manunggaling Kawulo Gusti`* : Dekat dengan Tuhan melalui tirakat dan doa

2.  *`Gotong Royong`* : Membangun desa bersama-sama

3.  *`Tata Titi Tenterem`* : Hidup rukun, jujur, dan menjaga alam


*4. KETERKAITAN DENGAN PERADABAN KENDAL*

Ki Ageng Djetak adalah bagian dari jaringan para `wali dan sesepuh pesisir` yang menjadi mata rantai penyebaran Islam setelah Wali Songo. Keberadaan beliau memperkuat bukti bahwa Kendal, khususnya Weleri, adalah wilayah penting dalam jalur penyebaran Islam dan budaya Mataram di pesisir utara.



Sampai sekarang makam beliau menjadi `situs sejarah dan ziarah` yang dirawat warga. Ini jadi bukti bahwa sejarah tidak hanya ada di buku, tapi juga hidup di tradisi masyarakat.

Posting Komentar untuk "Menelusuri Jejak Leluhur dan Nilai Spiritual di Tanah Kendal, menguak makam Ki Ageng Djetak "

```

Ads :