Meski SAR Resmi Hentikan Pencarian, Namun Warga Rao Utara Masih Terus Mencari Haikal


Pasaman_jejakkriminal.net_ Harapan untuk menemukan Haikal (3,5 tahun), balita yang dilaporkan hilang sejak Sabtu, 4 Juli 2026, sekitar pukul 14.30 WIB, di kawasan aliran sungai Jorong VII Saroha, Nagari Koto Tapan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, belum sepenuhnya sirna. Meski Tim SAR Gabungan telah resmi menghentikan operasi pencarian setelah lima hari, keluarga dan masyarakat setempat masih terus melakukan pencarian secara mandiri.

Sejak dinyatakan hilang, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, pemerintah nagari, relawan, dan masyarakat berjibaku menyisir lokasi. Pencarian dilakukan di sepanjang aliran sungai, tepian sungai, kawasan hutan, hingga titik-titik yang diperkirakan menjadi jalur yang mungkin dilalui korban. Berbagai peralatan seperti perahu karet dan drone thermal turut dikerahkan untuk memperluas area pencarian.

Pada hari kelima, Komandan Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan operasi dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Personel dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir kawasan hutan dan sungai sejauh kurang lebih tiga kilometer.

Namun hingga operasi berakhir sekitar pukul 17.30 WIB, hasil pencarian masih nihil. Tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan Haikal.

Berdasarkan hasil evaluasi bersama keluarga korban, Tim SAR Gabungan, dan pemerintah nagari, operasi pencarian kemudian resmi dihentikan karena seluruh area prioritas telah disisir dan upaya pencarian dinilai sudah tidak lagi efektif sesuai prosedur operasi SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, sebelumnya menyampaikan bahwa seluruh kemampuan dan sumber daya telah dikerahkan selama proses pencarian. Ia juga menegaskan bahwa operasi SAR dapat kembali dibuka apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau informasi baru mengenai keberadaan Haikal.

Meski operasi resmi telah berakhir, keluarga belum menyerah. Bersama warga, mereka masih terus menyusuri tepian sungai dan lokasi-lokasi yang dianggap berpotensi menjadi tempat ditemukannya Haikal.

Solidaritas masyarakat Rao Utara pun begitu terasa. Warga bergantian membantu pencarian secara sukarela, berharap masih ada secercah harapan untuk mempertemukan Haikal dengan keluarganya.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Pasaman. Doa terus dipanjatkan agar Haikal segera ditemukan, sementara keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi ujian yang berat.

Operasi SAR mungkin telah dihentikan, tetapi bagi keluarga dan masyarakat Rao Utara, pencarian belum selesai. Selama belum ada kepastian, harapan, doa, dan ikhtiar untuk menemukan Haikal akan terus menyala. (TL)

Posting Komentar untuk "Meski SAR Resmi Hentikan Pencarian, Namun Warga Rao Utara Masih Terus Mencari Haikal"

Ads :