Mandailing Natal, jejakkriminal.net.
Lambatnya PENEGAKAN HUKUM untuk Menertibkan Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI ) di Wilayah DAS Sungai BUBU (anak Sungai Batang Gadis) tepatnya di Perbatasan Mandailing Natal (MADINA) – Tapanuli Selatan (Lokasi sekitar Bekas Penangkapan 14 Unit BEKO dari Brimob POLDASU April 2026 lalu), telah terjadi adanya Korban Kematian Rizal alias LAMUN (±48 tahun) Warga Desa Pintu Padang Jae, Kec. Siabu yang DIDUGA KUAT adalah Anggota Monang Pulungan (Kades Pintu Padang Jae) untuk melakukan pertambangan emas ILEGAL di Sungai BUBU.
Dikabarkan bahwa Sdra. Rizal alias Lamun adalah warga asli Desa Pintu Padang Jae dan menetap di Desa Pintu Padang Jae, dan menikah di Ujung Gading, Kab. Pasaman Barat. Korban Kematian ( Alm. Rizal) berangkat hari Jumat Sore (07/8-2026) hari ke Lokasi PETI di DAS Sungai BUBU, Informasi dari masyarakat Desa Pintu Padang Jae, Kecamatan Siabu, Kab. Madina, Provinsi Sumatera Utara,
Meninggalnya korban R pada hari Sabtu (8/-8-2026), kemudian Istri Rizal sebenarmya keberatan atas meninggalnya Suaminya, karena Keluarganya Alm. Rizal kena tipu diduga dilakukan oleh Toke Tambang M. Pulungan, kemudian permasalahan ini akan menuntut kematiannya itu agar dilakukan OTOPSI, karena Kematian Alm Rizal diduga “Misterius”, yang mana kepala Desa selalu menutup-nutupi kematian Alm. Rizal. Masyarakat megharapkan agar dikubur di Desa Pintu Padang jae, namun Kepala Desa Pintu Padang Jae langsung membawa mayat ke Ujung Gading untuk dikubur Minggu (9/8-2026), terang warga Pintu Padang Jae M .Nasution pada sejumlah wartawan lewat Phonenya.
Korban kematian itu adalah anggota dari M. selaku Kepala Desa Pintu padang Jae yang diduga kuat selaku Pelaku atau Turut serta di dalam Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI) di Lokasi tersebut dengan mengoperasikan Excavator (BEKO) sekitar 5 unit.
Korban tersebut adalah warga Desa Pintu Padang Jae, kec. Sianu, yang seharusnya disemayamkan di Desa Pintu padang jae, namun ada dugaan Pihak Berwajib mengetahui bagaimana Kronologi kematian anggota Kepala Desa tersebut, sehingga dmayat dibawa ke Ujung Gading, Kab. Pasaman Barat.
Toke Tambang Emas yang diduga Kepala Desa Pintu Padang Jae, Kec. Siabu telah memasukkan sejumlah alat berat (BEKO) Ke Lokasi melewati pintu masuk Kelurahan Panabari, Kecamatan Tantom Angkola, yang saat ini informasi dari Warga bahwa alat berat sudah sekitar ± 5 unit Excavator di Lokasi Sungai Bubu.
Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Panabari, wilayah perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kembali menjadi sorotan setelah seorang pria asal Desa Pintu Padang Jae, Kecamatan Siabu, Madina, dikabarkan meninggal dunia saat berada di kawasan pertambangan tersebut.
Sumber tersebut juga menjelaskan bahwa dirinya ikut dalam proses pengantaran jenazah rekannya menuju Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), untuk dimakamkan pada Minggu (9/8/2026). Pihak keluarga yang dihubungi wartawan melalui panggilan video WhatsApp membenarkan adanya kematian tersebut.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, penyebab dan kronologi pasti kematian korban belum mendapat penjelasan resmi dari pihak kepolisian dan wartawan beberapa kali menghubungi Lurah Panabari melalui seluler gemgamnya tidak mau mengangkat alias tidak bisa di komunikasi.
Untuk memastikan kebenaran informasi serta memperoleh keterangan yang berimbang, wartawan telah berupaya meminta konfirmasi Monang Pulungan sebagai kepala Desa Pintu Padang Jae tidak bisa dihubungi ke Hand Phonenya dengan Nomor : 0812 6595 7424.
Mangudut Hutagalung Penertiban PETI di mandailing Natal, itu lebih cepat lebih baik, karena akan mengurangi korban dalam prosesei pengambilan Biji emas tersebut, kemudian Air Sungai akan kembali jernih atau bersih. Pantauan kami di Muara Sungai Batang Gadis di pantai Singkuang air Sungai Batang Gadis berubah warna menjadi Keruh berwarna kecoklatan bukan berwarna biru, ujat Hutagalung. (U. Nauli H.)
.png)



Posting Komentar untuk " Rizal Anggota PETI M.Plg Korban Kematian di DAS Sungai Bubu, Perlu Diotopsi."