Sumedang jejak kriminal.net — Penyaluran bantuan pangan bagi warga Desa mulyajaya Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang yang berlangsung pekan lalu memicu kontroversi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para Kelompok Penerima Manfaat (KPM) diduga dikenakan pungutan biaya dalam proses pengambilan bantuan tersebut.
Seorang sumber menyebutkan bahwa setiap KPM diminta menyerahkan sejumlah uang agar bisa menerima hak mereka.
"Penerima manfaat bantuan pangan dikenakan biaya sebesar Rp25.000 tiap penerima," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Desa Mulyajaya Momo Nugraha, didampingi Kaur Kesra, Mamat, membantah keras adanya praktik pungutan liar (pungli) di wilayahnya.
Mamat menjelaskan bahwa biaya tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama terkait operasional transportasi. Sebanyak 689 KPM menerima bantuan yang didistribusikan hingga ke tingkat RW, sementara titik awal penurunan beras berada di kantor desa. Alasan Operasional, Membutuhkan ongkos angkut dari kantor desa menuju ke masing-masing RW.
Pemdes mengklaim telah memusyawarahkan hal ini dengan warga sebelum penyaluran. Bukti Terdapat surat pernyataan dari KPM dan pihak desa mengklaim tidak memungut uang secara sepihak.
Selain meluruskan isu pungutan, Pemdes Mulyajaya menegaskan komitmennya dalam mematuhi regulasi penyaluran. Momo Nugraha menyatakan pihaknya tidak mendistribusikan jatah beras bagi data KPM yang tercatat telah meninggal dunia.
"Ada juga jatah beras untuk KPM yang sudah meninggal. Karena aturannya tidak boleh disalurkan, maka kami kembalikan. Kami tidak mau mengambil risiko," tegas Momo saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (16/9/2026).
Di luar persoalan bantuan pangan, Momo Nugraha yang saat ini menjalani masa jabatan periode ketiganya turut memaparkan perkembangan program Ketahanan Pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Saat di lokasi peternakan ayam petelur milik desa, ia optimistis terhadap prospek usaha tersebut meski belum menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes).
"Usaha yang dikelola Bumdes sejak saya menjabat alhamdulillah berjalan, meski belum menghasilkan PADes. Untuk program ketahanan pangan, usaha ternak ayam petelur berjalan kondusif karena dikelola oleh ahlinya," pungkas Momo.


.png)



Posting Komentar untuk "Dugaan Pungli Bantuan Pangan di Mulyajaya Sumedang, Pemdes Kena Tudingan KPM Diperas Rp25 Ribu?"