Kerinci, Jejakkriminal. Net – Proyek Perbaikan Jalan Batu Hampar – Sungai Betung –Siulak Deras di Kabupaten Kerinci kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek bernilai Rp28.333.891.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 itu dinilai bermasalah dan jauh dari harapan, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun pengawasan di lapangan.
Proyek ini berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah II Provinsi Jambi, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, yang saat ini dipimpin oleh Kepala BPJN Jambi, Dedy Hariadi, ST., MT, dengan pelaksanaan teknis melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II di bawah Diaz Shodiq, ST., MT. Adapun pelaksana proyek adalah PT Air Tenang, dengan konsultan pengawas PT Endah Bangun Nagara Consultant KSO PT Ciriatama Nusawidya Consult dan PT Arkade Gahana Konsultan.
Dari hasil pantauan di lapangan serta keterangan warga, kondisi pekerjaan dinilai parah. Sejumlah titik jalan disebut masih bergelombang, pekerjaan terlihat tidak rapi, dan material yang digunakan dipertanyakan mutunya. Bahkan, di beberapa lokasi, kondisi jalan pasca-pekerjaan justru dikeluhkan masyarakat karena dianggap belum memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.
Tokoh masyarakat Kerinci, Cik UR, secara tegas menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan tersebut. Ia menilai proyek dengan anggaran besar seharusnya memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan malah menimbulkan pertanyaan.
“Kami ini masyarakat awam, tapi bisa menilai mana pekerjaan yang baik dan mana yang asal-asalan. Kalau anggarannya puluhan miliar, hasilnya harus berkualitas. Ini justru banyak titik yang kami lihat tidak layak,” ujar Cik UR kepada awak media.
Sorotan lebih keras datang dari aktivis Kerinci, Marhen Jubir, yang menilai lemahnya pengawasan menjadi akar persoalan utama. Ia meminta aparat terkait tidak menutup mata dan segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Ini proyek nasional, uang negara, uang rakyat. Kalau kualitasnya seperti ini, maka patut diduga ada masalah serius dalam pelaksanaan dan pengawasannya. BPJN Jambi dan satker terkait harus bertanggung jawab dan turun langsung ke lapangan,” tegas Marhen Jubir.
Marhen juga mendesak agar Inspektorat dan aparat penegak hukum ikut memantau proyek tersebut guna memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan kontrak yang telah ditetapkan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Air Tenang selaku pelaksana proyek maupun pejabat BPJN Wilayah II Provinsi Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan masyarakat dan kritik yang disampaikan tokoh serta aktivis Kerinci. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi untuk menghadirkan pemberitaan yang berimbang.
Masyarakat berharap proyek strategis tersebut tidak dibiarkan selesai begitu saja tanpa evaluasi, mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat Kerinci.
(Andol jmb)




.png)
Posting Komentar untuk "Proyek Jalan Nasional di Kerinci Disorot Tajam, Tokoh Masyarakat dan Aktivis Nilai Pekerjaan Parah "