Kerinci , Jejakkriminal.Net – Pengerjaan proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao di Kabupaten Kerinci menjadi sorotan publik. Meski proyek ini memiliki nilai kontrak besar, yakni mencapai Rp12,9 miliar, namun kondisi di lapangan diduga tidak mencerminkan kualitas pekerjaan yang semestinya.
Berdasarkan data pada papan proyek, kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Provinsi Jambi. Proyek tersebut berada di bawah Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera VI Provinsi Jambi, dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bidang Sungai dan Pantai.
Adapun nama kegiatan tercatat sebagai Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Proyek ini memiliki nomor kontrak HK.0201/Bws6.1/2026/02 tertanggal 27 Februari 2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp12.987.306.250,00 dan masa pelaksanaan selama 300 (tiga ratus) hari kalender, yang bersumber dari APBN.
Untuk pelaksana, proyek ini dikerjakan oleh PT. Ponjen Mas sebagai kontraktor, sementara pengawasan dilakukan oleh CV. Bintang Sembilan Konsultan KSO PT. Mitra Cipta Engineering.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan sejumlah kejanggalan. Pemasangan bronjong terlihat tidak tersusun rapi dan tidak saling mengunci dengan baik. Material batu yang digunakan juga diduga tidak memenuhi standar karena ukuran yang tidak seragam dan sebagian terlalu kecil, sehingga rawan terbawa arus sungai.
Selain itu, pondasi dasar bronjong tampak tidak diperkuat secara maksimal. Bahkan, beberapa bagian terlihat langsung diletakkan di tepi aliran sungai tanpa pengamanan yang memadai. Penggunaan geotekstil atau pelapis juga diduga tidak sesuai prosedur, karena terlihat tidak terpasang secara menyeluruh dan tidak tertanam dengan baik.
Kondisi ini diperparah dengan adanya indikasi longsor di sisi tanggul, yang menandakan lemahnya struktur penahan. Jika tidak segera ditangani, hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan lebih besar, terutama saat debit air meningkat.
Masyarakat setempat berharap adanya pengawasan ketat dari pihak terkait, khususnya Balai Wilayah Sungai Sumatera VI, agar proyek yang menggunakan anggaran negara ini benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi teknis.
“Dengan anggaran sebesar ini, kami berharap hasilnya kuat dan tahan lama, bukan malah cepat rusak,” ujar salah satu warga di lokasi.
Hingga saat ini, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian dalam pengerjaan proyek tersebut.
(Andol jmb)



.png)
Posting Komentar untuk "Proyek Bronjong Sungai Batang Merao Rp12,9 Miliar Disorot, Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis"