KENDAL- Rabu,8 Juli 2026, Tim Densus PETAMANDALA melakukan ziarah budaya dan silaturahmi ke `Makam Syekh Bhre Bintoro` atau `Raden Bintoro`. Makam keramat ini menjadi saksi sejarah penyebaran Islam dan nilai-nilai luhur Jawa di wilayah Kendal.
Syekh Bhre Bintoro dikenal sebagai `Keturunan Sunan Kalijaga`. Gelar `Bhre` menunjukkan kedudukannya setingkat `Bangsawan/Raja` pada masa kerajaan. Pada bendera `Keluarga Besar Ahli Waris Syekh Bhre Bintoro` tertulis jelas: `Ahli Waris R. Kertowijoyo - Tunggal Trah - Syekh Bintoro - Tedak Sunan Kalijaga`.
Dalam kesempatan tersebut, Tim PETAMANDALA menyimak langsung `“Wejangan Syekh Bhre Bintoro”` yang disimpan turun-temurun oleh keluarga ahli waris. Wejangan ini menjadi `pedoman spiritual` utama bagi para pengikut dan ziarah.
Isi inti wejangan terbagi dalam 3 bagian:
1. *`ATUR PAMBUKO / PEMBUKAAN`* : Syekh Bhre Bintoro adalah keturunan ke-13 dari Sunan Kalijaga melalui R. Eko Widodo. Beliau ditugaskan untuk menjaga `Pasareyan Ndalen Syekh Bhre Bintoro` dan `Desa Ngrau Krajan` serta membawa `pusaka Teken Kanjang Kyai Jungkat Panotogomo`.
2. *`INTISARI WEJANGAN`* : Ajaran paling luhur adalah `“Mati sak jroning Urip”` dan `“Urip sak jroning Pati”`.
`Mati sak jroning Urip` artinya: Mematikan nafsu duniawi, serakah, angkara murka, dan sifat buruk dalam diri.
`Urip sak jroning Pati` artinya: Hidup rukun lahir batin, rukun dengan alam, dan rukun dengan Tuhan Yang Maha Esa.
3. *`DAWUH / PESAN SYEKH BHRE BINTORO`* : Terdapat 9 pesan utama, diantaranya: `Jangan sombong, Teguh dan Jujur dalam berjuang, Lembut tapi Tegas, Sabar dalam menghadapi ujian, Dermawan kepada fakir miskin, Tidak takut menghadapi hidup, Tidak mengharapkan pamrih`.
Tim kemudian berdiskusi dengan juru kunci makam dan mendokumentasikan `Wejangan` dalam pigura emas. Salah satu anggota tim juga mengibarkan `Bendera Keluarga Besar Ahli Waris` di area makam sebagai simbol pelestarian trah.Makam yang terletak di brangsong kendal ini setiap tanggal 1 muharam diadakan buka luwur dan kirab BHRE BINTORO.
Humas Tim ,Drs suparto menyampaikan: `“Ziarah ke Makam Syekh Bhre Bintoro ini bukan hanya sekadar nyekar. Tapi untuk belajar. Belajar tentang laku, kesabaran, dan kearifan para leluhur. Warisan budaya dan spiritual ini wajib kita jaga agar anak cucu tidak kehilangan jati dirinya.”`
Saat ini, Makam Syekh Bhre Bintoro menjadi salah satu `Titik Ziarah Budaya` penting di Kendal. Lokasi ini terbuka untuk umum yang ingin belajar sejarah dan ilmu spiritual.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Yayasan Budaya Nusantara - Kendal,Mochamad ashari SH berkomitmen melestarikan budaya, sejarah, dan spiritualitas nusantara. Salah satu program unggulan: `Karnival Budaya Petamandala ` yang akan dilaksanakan tahun ini di kota kendal.Kemudian penutup kegiatan tim diajak juru kunci,Mbah Martedji ke kediamannya untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan beliau.














.png)
Posting Komentar untuk "Mengungkap Jejak Sejarah Syeikh BHRE BINTORO : Keturunan Sunan Kalijaga yang Mewariskan Ajaran "Mati Sak Jroning Urip""