Modal BUMDes Cikancung Disorot: Usaha Lama Mandek, Kades Berdalih Lupa Rincian Anggaran Ketapang?

 

Kab Bandung-Jejak kriminal.net — Masyarakat Desa Cikancung, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, kini menaruh harapan besar pada program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. 

Masyarakat mendesak agar program budidaya domba tersebut dikelola secara transparan dan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes), bukan justru mengulangi kegagalan masa lalu.



Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengelolaan dana BUMDes di masa lalu.

"Kami berharap program Ketapang yang sekarang bisa benar-benar mendongkrak PADes. Jangan sampai seperti penyertaan modal terdahulu yang perkembangannya mandek dan tidak jelas," tegas warga tersebut.



Menanggapi sorotan masyarakat, Kepala Desa Cikancung, Agus Suryaman, justru memberikan keterangan yang terkesan menghindar. Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis (2/7/2026) mengenai frekuensi dan besaran penyertaan modal BUMDes selama masa jabatannya, Agus berdalih lupa dan beralasan harus membuka data terlebih dahulu.

Agus membenarkan bahwa Pemerintah Desa telah beberapa kali melakukan penyertaan modal ke BUMDes. Namun, ia mengakui unit usaha yang dijalankan sebelumnya akhirnya gulung tikar.

"Memang sempat berjalan, tapi seiring waktu usaha tersebut mengalami kebangkrutan. Namun, dari penyertaan modal terdahulu asetnya masih ada, seperti mobil bak terbuka dan perlengkapan alat pesta," kilah Agus.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa program Ketapang saat ini difokuskan pada budidaya domba di Kampung Cikancung Hilir. Langkah ini diklaim sesuai dengan pengajuan proposal dari Ketua BUMDes.

Ironisnya, saat disinggung kembali mengenai besaran pasti dari kucuran anggaran 20 persen dana desa untuk program tersebut, Agus lagi-lagi berdalih lupa.

Berdasarkan pantauan langsung awak media di lokasi, pelaksanaan program budidaya domba ini juga memunculkan fakta menarik.

Kandang domba tersebut ternyata berdiri di atas lahan pribadi milik Kepala Desa, sementara pemeliharaannya dikelola langsung oleh aparatur desa, yakni Kepala Dusun (Kadus) setempat.

Dikonfirmasi di lokasi, Kadus memaparkan bahwa program ini mulai membuahkan hasil. "Awalnya jumlah domba sebanyak 25 ekor, sekarang sudah berkembang biak (beranak) menjadi 44 ekor," terangnya.

Di tengah desakan transparansi anggaran dari masyarakat, pihak pengelola justru masih bungkam. 

Hingga berita ini diturunkan, Ketua BUMDes Cikancung, Enjang Sorujudin, belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi perihal total anggaran yang diterima dan rincian alokasi dana tersebut.

Posting Komentar untuk "Modal BUMDes Cikancung Disorot: Usaha Lama Mandek, Kades Berdalih Lupa Rincian Anggaran Ketapang?"

Ads :